Pengungkapan Pemalsuan Dokumen Kependudukan Oleh Media TV

Bagikan Informasi
  • 29
    Shares

Tidore – Kamis, 30 November 2017 pukul 10.00 WIT bertempat di Mapolres Tidore Kepulauan telah dilaksanakan giat peliputan oleh Media TV kasus pemalsuan dokumen kependudukan e-KTP di wilayah hukum Polres Tidore Kepulauan, dengan tersangka berinisial MA.

Hadir dalam giat tersebut yakni Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Azhari Juanda, S.Ik., Kasat Reskrim Polres Tidore Kepulauan AKP Naim Ishak, S.Ik., Paur Humas Polres Tidore Kepulauan, Iptu Jamal Salim, S.H., dan beberapa awak media dari Metro TV, TVRI, MNC News, RRI Malut serta dari berbagai media lokal.

Dalam giat tersebut penyidik menghadirkan tersangka dan barang bukti berupa 1 buah monitor 14 inci, 1 unit CPU komputer, 1 unit printer, 1 unit camera dengan EOS 500D, 1 unit kartu memori 8 GB, 1 unit mesin press/laminating, 1 unit bluetooth eksternal, 1 unit smartphone, 12 lembar kertas foto, 3 lembar KTP palsu, 5 buah flashdisk dan 76 pembungkus plastik laminating.

Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Azhari Juanda, S.Ik. menjelaskan bahwa terungkapnya kasus pemalsuan e-KTP ini berawal dari laporan masyarakat. Berkat informasi yang diterima tersebut, tim Operasi Reskrim turun ke TKP dan melakukan pemantauan. Saat bukti dirasa cukup, tim dari reskrim didampingi staf Kelurahan Sofifi dan dua orang masyarakat sekitar melakukan penggrebekkan di tempat usaha pelaku dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Tidore Kepulauan. Kapolres Tidore Kepulauan juga menjelaskan bahwa tersangka telah melakukan pemalsuan tersebut mulai dari bulan Maret 2016 lalu. Tersangka melancarkan aksinya tersebut seorang diri tanpa dibantu pihak manapun.

Berdasarkan pengakuan MA, ia sudah berhasil memalsukan 11 buah KTP, terdiri dari 7 buah e-KTP dan 4 lembar KTP biasa. Dalam melancarkan aksinya, tersangka mematok harga pembuatan sebesar Rp50.000,- untuk KTP biasa dan Rp100.000,- untuk e-KTP.

Selain KTP, tersangka juga pernah memalsukan fotocopy KK atau Kartu keluarga dengan mengubah nama anggota keluarganya, selain itu tersangka juga membuat editan fotocopy asuransi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *