Diduga Korban Kecelakaan Alat Paras, Seorang Petani Ditemukan Tewas di Kebun

Bagikan Informasi

Haltim – Warga yang tinggal di Desa Baburino Dusun Semean, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, pada hari Senin (11/04/2018) pukul 08.30 WIT, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki. Setelah mendapat informasi dari Pihak Puskesmas Unit Buli, Piket SPKT mendatangi TKP bersama UKL (Unit Kecil Lengkap) guna melaksanakan pengamanan baket serta mencari bahan keterangan.

Sat Reskrim yang di pimpin oleh Kasat Reskrim. AKP M. Nasir said melakukan identifikasi serta mencari bukti-bukti dan keterangan. Selanjutnya Sat Samapta melakukan pengaman baket dan membawa korban Ke Puskesmas unit Buli guna untuk dilakukan visum luar.

Korban Eli Barbaken (61) warga Desa Buki Asal Kecamatan Maba diduga meninggal dunia akibat kecelakaan saat sedang melakukan pembersihan kebun dengan mengunakan alat paras. Kemudian pada saat memaras, korban mengalami kecelakaan yang membuat kaki kanan korban di bagian pungung kaki kanan terkena mesin paras. Selanjutnya korban berjalan sejauh kurang lebih 100m untuk mencari pertolongan, akan tetapi korban sudah tidak mampu berjalan di karenakan kehabisan darah sehingga korban meninggal.

Adapun keterangan istri korban, Asmina (53), bahwa suaminya berangkat ke kebun di desa Baburino Dusun semean sejak hari Selasa (10/04/2018). Menurutnya, korban apabila ke kebun dan tidak pulang kerumah berarti korban menginap di rumah teman korban yg berada di dekat kebun, sehingga istri merasa tidak curiga jika suaminya akan meninggal.

Pada hari Rabu (11/04/2018) sekitar pukul 08.00 WIT istri korban bersama menantu, Narianci Kauci (37) serta cucunya, Heasty (19) menuju kebun guna mengatar makanan untuk suaminya. Pada saat berjalan hendak memasuki kebun, para saksi sudah melihat korban tergeletak di bawah pohon kelapa dan sudah tidak bernyawa, melihat kejadian tersebut para saksi meminta tolong dan meminta bantuan. Cucu korban juga menjelaskan dirinya melihat pisau alat paras yg di pake kakeknya pada saat hendak pergi ke kebun masih utuh dan tidak patah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *